Sunday, 30 August 2015

Menulis lagi hari ini, eh? hahaha.. Tanpa rencana yang kali ini. Aku sedang ingin memindahkan data sebelum aku sadar aku lupa dimana meletakkan card reader. Akhirnya kuputuskan menulis saja.

Barusan, mendadak saja aku menyadari sesuatu. Kurasa selama ini aku agak keliru dan kejam atas beberapa hal. Dulu aku cenderung memandang negatif orang-orang yang baru putus cinta tapi cepat sekali move on. Aku merasa mereka tidak cukup setia dan mudah pindah. Aku selalu separo sebal separo kagum melihat betapa cepatnya seseorang berpindah hati dan mendapat pasangan baru. Namun hari ini mendadak kusadari, tidak selalu itu alasannya.

Memang dalam hidup kita tidak boleh terlalu sok tahu dan dengan kejam berprasangka tidak baik ke kehidupan pribadi seseorang. Aku selalu percaya setiap orang memiliki alasan sendiri melakukan sesuatu. Kadang mereka bersedia memberitahu alasannya, ada juga yang memilih untuk menyimpannya sendiri. Dan tidak ada seorangpun yang berhak menyalahkan keputusan mereka untuk memberitahu atau tidak alasan tersebut.

Beberapa masalah yang kuhadapi beberapa tahun belakangan sungguh membuatku tumbuh jauh lebih dewasa. Hal ini terkadang membuatku takut karena aku cukup setuju dengan quote "the less u know, the happier you are". Kudapati banyak rambut putih yang tumbuh di kepalaku, dibandingkan teman-teman yang lain. Huff.. Namun bagaimanapun, aku cukup bangga karena aku bisa lebih dewasa dibandingkan mereka yang lainnya. (Aku bukan sedang menyombongkan diri. Banyak hal yang terjadi selama studiku diluar negeri, dan hampir semua temanku--termasuk yang usianya lebih tua daripadaku, menganggap aku yang paling dewasa dan somehow, mereka menjadi cenderung berusaha belajar dariku. Haleluya). 

Kembali ke topik yang kubahas, beberapa menit sebelum aku membuka laptop, aku merenungi masalah yang menimpaku baru-baru ini. Kusadari betapa cepatnya diriku pulih dan move on. Aku tidak mengingkari ada masa-masa kelam dimana aku terpuruk dan menghabiskan berhari-hari berurai air mata, berpikir mengapa hal kecil ini mampu mengjungkirbalikkan hidupku. Berpikir aku tidak mampu berenang keatas lagi karena terus tenggelam dalam lautan kesedihan. Bertanya apa yang mampu menolongku. Bertanya kapan saatnya tiba dimana aku terbangun di pagi hari dan bukan nama itu lagi yang muncul di otakku. 

Aku tidak menemukan jawabannya dan hampir dua minggu melewati hidup yang sia-sia. Di minggu ketiga, aku mendadak menjadi super tegar. Otakku memberitahuku ini semua bagian dari proses. Aku ingat saat Rico meninggal, aku juga menghabiskan waktu 1 bulan penuh dengan menangis setiap harinya setiap teringat dirinya. Aku ingat bagaimana aku terbangun di pagi hari dengan pikiran sehat hanya selama sedetik, dan langsung menjadi mendung karena namanya muncul begitu saja di detik otakku mulai bekerja. Tentu saja sakit yang dirasakan saat ditinggal Rico berbeda dengan kisah yang ini. Kali ini seratus kali lipat lebih sakit, karena aku tahu semuanya kehendak manusia, bukan Tuhan, yang membuat keputusan menyakitkan ini. Maka kukatakan kepada diriku, semua normal dan aku akan baik-baik saja. 

Kenyataannya di minggu ketigaku, walau namanya tetap yang pertama muncul di benakku di pagi hari, namun tidak ada rasa sakit menusuk lagi. Kudapati frekuensi dirinya memonopoli pikiranku berkurang drastis dan nyaris hilang belakangan ini. Aku lumayan terkejut dengan cepatnya aku pulih kali ini, bahkan lebih cepat daripada luka yang ditinggalkan Rico. Dan kusadari beberapa hal apa penyebab diriku cepat pulih dan move on.

Pertama, campur tangan Tuhan. Seperti yang kusebut di post sebelumnya, aku pergi berdoa rutin setiap malam, 10 hari berturut-turut ikut novena salam Maria, puasa di hari Rabu dan Jumat selama berminggu-minggu. Aku tidak tahu apa yang kudoakan, namun kebanyakan aku mengucapkan terima kasih atas satu tahun yang indah. Meminta kebesaran hati untuk menerima kenyataan bahwa jatah waktu dengannya memang hanya setahun. Dan my super God memberikan ketenangan yang bertambah setiap harinya, sampai akhirnya aku berhasil lepas dari hari suramku dan bisa menulis disini. Ya, kemarin itu aku tidak bersedia membahasnya dengan siapapun kecuali sahabatku bila ia bertanya.

Kedua, kesadaran bahwa diriku seribu kali lipat lebih berharga dari yang kupikirkan. Bahwa aku bukanlah barang gagal yang baru saja dibuang dan disia-siakan. Bahwa bukanlah kesalahan dan kekuranganku melainkan kekeliruan dirinyalah yang patut disayangkan disini. Semua orang yang melihatku terbelalak kaget dan menjelaskan betapa berharganya diriku dan betapa cerahnya masa depanku walau tanpa ia. Bahwa sejuta umat diluar sana bersedia menukar dirinya untuk menjadi diriku.

Ketiga, kesadaran bahwa tidak perlu bersedih untuk orang yang bahkan tidak menganggap penting kita. Temanku menjawab di suatu kesempatan saat aku bertanya apa yang ia lakukan sehingga bisa move on cepat. "Untuk apa aku bersedih untuk orang yang tidak menganggapku lagi. Ketika ia memutuskan untuk meninggalkanku, aku tahu aku tidak perlu mengemis memintanya kembali". Selain itu secara kebetulan aku membaca sebuah cerita dimana ada seorang yang menceritakan sebuah kisah lucu kepada sekelompok orang. Semua orang terbahak sekali mendengar. Lima menit kemudian orang itu kembali menceritakan kisah yang sama, separuh dari mereka kembali tertawa. Lewat lima menit kemudian ia kembali menceritakan kisah yang sama. Kali ini tidak ada seorangpun yang tertawa. Dibawahnya ditulis, bila kamu tidak dapat tertawa untuk cerita yang sama, kenapa kamu bisa menangis untuk cerita yang sama terus?

Keempat, kau akan sadar bahwa banyak orang-orang yang lebih baik dan peduli padamu diluar sana, bila kau bersedia membuka kesempatan. Well, Tuhan dengan baik hati memperkenalkanku dengan banyak kawan baru dalam waktu dua minggu. Sumpah, betapa baiknya Tuhan saat kau meminta dengan tulus, Ia bukan hanya mencukupimu, Ia malah memberikanmu harta melimpah ruah 10x lipat lebih banyak dari yang kau minta.

The Storm Will Pass.. Keep Your Faith High and You'll Get Something Much Better Than You've Ever Thought.
Coz one of my bestfriend ever told me that I am a good girl. He really believes I will find my happiness. "Good girl deserves happiness," he said, "So u need to remember to always be happy."

Oya dan satu hal yang tidak begitu berhubungan namun sangat indah. Rico once said, "Kalo suatu hari hubungan gua dengan seseorang ga berlanjut, gua ga akan pernah menyesal pernah suka sama seseorang. Karena dia pasti spesial dan pernah membuat gua bahagia". Aku merasa ini salah satu hal terindah yang pernah kudengar. Ia mengajariku sesuatu yang tulus dan indah. Kukatakan dengan lantang, aku tidak pernah menyesal, tidak pernah menyalahkan, tidak pernah marah, tidak akan pernah menjelekkan semua orang yang pernah spesial dan memberikan warna di hariku. 

Aku hanya berharap sebagai seorang lelaki sejati, mereka harus cukup berani dan gentle untuk datang sendirian dan menjelaskan langsung apa yang terjadi, tidak menunda, tidak menggantung, tidak memberikan harapan yang ia tau akan ia hempaskan sendiri. Aku berharap seorang lelaki dewasa harus mampu menyelesaikan secara jelas dan baik suatu hubungan, bukan menghilang begitu saja tanpa kabar.
Good nighttt, spread the love in the airr~

Friday, 21 August 2015

Lika Liku Kehidupan Si Gadis Kecil Pemberani

Ada malam-malam panjang yang kuhabiskan sebelum malam ini, tidak pernah menduga aku akhirnya sampai pada akhir cerita seperti ini. Aku hampir tidak pernah menulis lagi bukan? Namun kudapati diriku belakangan mulai giat mengulang hobiku yang terdahulu--membaca, dan secara otomatis hasrat menulisku melambung tinggi. Mungkin tidak pernah kukatakan sebelumnya bahwa salah satu cita-citaku adalah menerbitkan buku tulisanku, apapun itu, yang entah kapan akan terwujud mengingat tidak adanya rasa disiplin dari diriku untuk menulis. Huhh.. Kuceritakan sedikit kisahku, bukan untuk curhat namun ingin memberikan sedikit pesan kepada siapapun pembaca yang pernah/sedang/akan merasakan nasib serupa. 

Sejak umurku masih belia, aku tahu sebuah kenyataan duniawi yang menurutku sangat kejam, bahwa manusia selalu berubah, termasuk pikiran dan perasaan mereka. Tidak pernah ada jaminan bahwa aku akan selalu menyayangimu atau membencimu. Aku hampir melupakan kenyataan kejam ini sebelum akhirnya hal ini menimpaku bulan yang lalu.

Kenyataan bahwa dunia berputar dan manusia berubah. Seberapa lamanya kau mengenal dan seberapa besar rasa percayamu pada seseorang, ingat bahwa tiada satu orangpun yang dapat kau andalkan di dunia. Bahkan sahabatmu, keluargamu, sanak famili, ataupun orangtuamu. Karena mereka semua satu per satu akan mengecewakanmu, bagaimanapun caranya, termasuk bila waktu mereka habis lebih cepat daripada jatah waktumu di dunia. 

Kuhabiskan waktu yang lama membangun kastil penjagaan, namun seorang dewasa yang kuhormati memberiku nasihat untuk membukanya dan membiarkan kupu-kupu datang berkunjung mencicipi keindahan taman yang kumiliki. Susah payah kupaksa diriku membuka gerbang itu, dan membiarkan diriku terlarut bermain dengan seekor kupu-kupu yang ramah. Kupu-kupu ini memberikan warna yang indah dalam hidupku selama kurang lebih setahun sebelum akhirnya ia memutuskan mencari taman yang baru. Sedih, takut, kecewa, marah. Semua terasa lebih ditujukan untuk diriku daripada si kupu-kupu.

Keheningan dan kejanggalan mendadak dari sikapnya sudah lama kurasakan, namun teringat selama masih ada sedikit mujijat, akan kubiarkan Tuhan bekerja atasnya. Lubuk hatiku menyadari semua yang kulakukan hanyalah mengulur waktu yang sia-sia, bahwa semua yang kulakukan hanyalah menipu diri berusaha percaya semua baik-baik saja. Kegelisahan selama berhari-hari membuatku hancur. Kuhabiskan berhari-hari terdiam, termenung, sesekali isakan dan raungan, sampai akhirnya lelah. Aku mencari-cari apa yang terjadi. Apa yang terjadi? Kemana semua hal indah itu pergi? Mengapa begitu mudahnya hal-hal itu dilupakan? Hanya sakit yang terasa..

Aku memutuskan untuk bangkit dan menyibukkan diriku. Memaksa diriku ikut aktivitas lebih banyak dari yang mampu ditopang tubuhku. Berpuluh-puluh tablet masuk dalam tubuhku, melarut dan membantu memulihkan kondisiku yang payah. Apa yang terjadi dengan gadis kecil pemberani yang kuat ini?

Kegelapan, keputusasaan, kesedihan mendalam yang belum pernah kurasakan separah ini sebelumnya. Jariku mendekap pilar dan mataku memandang jauh ke awan, "Apa yang terjadi padaku dan bagaimana cara menyelamatkan diriku, Bapa?" Tanganku sibuk menjelajahi butir demi butir rosario berusaha mencari ketenangan. 

Jawabannya, Bapa rindu akan diriku. Ia memintaku kembali bercerita dengan-Nya. Kuhabiskan bermalam-malam berkeluh kesah menyampaikan kesedihanku, membiarkan air mataku meleleh dipelukkan ibuku, menjalani ibadah puasa yang tidak pernah kulakukan sebelumnya, ikut serta dalam novena di gereja selama seminggu. Aku melakukan segala hal yang tidak pernah kupikirkan dan kulakukan sebelumnya. Bahwa betapa Bapa ingin aku kembali padaNya. Aku malu bahwa haruskah aku datang pada saat diriku dipenuhi oleh awan mendung? Namun ketenangan yang besar memeluk diriku sejak saat itu. 

Kegelisahan dan air mata mulai berkurang. Kusadari ada kekuatan besar yang menopangku menghadapi hal kecil ini. Aku menertawakan diriku yang lemah dan bermurung hanya karena sesuatu yang luar biasa kecil. Namun kusadari inilah diriku. Aku mencintai setulus hati, bahwa walaupun belum ada janji yang terukir, aku telah mencintai dengan tulus, dan tidak akan pernah kusesali hal itu. Aku berlutut dan meminta Bapa membantuku memaafkan dirinya yang telah menyakitiku, bahwa aku tidak marah malahan bersyukur bahwa ia telah memberikan banyak sekali hal indah dan mengubahku. Bahwa betapa menyedihkannya dirinya kalau ia sadar, ia baru saja menyia-siakan seorang yang terbaik yang pernah ia kenal dalam hidupnya. Yah, aku sangat yakin bahwa aku adalah salah satu dari sedikit orang yang tulus yang pernah ia kenal dalam kenistaan dunia ini.

Suatu sore kudapatkan penolakan itu walau bukan langsung darinya. Menyakitkan, namun tidak ada air mata sampai detik ini yang turun sejak kudengar hasil akhirnya. Mengutip (dengan editan yang dibutuhkan) yang dikatakan oleh Lois Wilmoth Benneth, "Pada saat ini aku belum siap menerimanya, meskipun sebenarnya tidak ada yang benar-benar berubah--hanya saja sekarang telah menjadi resmi--bukan lagi suatu kecurigaan, tetapi telah menjadi kenyataan." Aku sudah tahu akhir dari cerita ini sejak kudapati perubahan sikapnya berminggu-minggu sebelum ini. Namun aku masih takut sehingga kubodohi diriku berpura-pura buta dan menganggap semua baik-baik saja. 

Yang mengagetkan adalah betapa tenangnya dan leganya diriku mendengar jawaban ini. Aku tidak pergi menghilang, menyumbat telingaku dengan lagu-kagu sedih, atau mengubur diriku di kamar yang gelap seperti yang kulakukan sebelumnya. Aku beraktivitas, pergi, tertawa dan menjadi berkat bagi orang-orang yang membutuhkan. Gadis kecil ini dapat kembali tegak dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Walau aku tahu masih ada rasa sakit saat mengingat masa indah dan harapan yang pernah ia utarakan tentang masa depan, aku berharap aku segera pulih seutuhnya. Aku bersyukur sekali atas kejadian ini, terutama karena ia memperbaiki hubunganku dengan Bapa. Aku berharap imanku bisa tumbuh secara mandiri sehingga aku bisa berinisiatif langsung datang denganNya tanpa perlu disentil dengan "masalah" lainnya. ;)

Tuesday, 11 August 2015

Kita bagaikan tubuh dan bayang
Kau selalu disampingku
Namun menjauh saat kudekati
Sering kuingin melepasmu
Namun kita terlalu melekat

Biarkanku terbang menembus matahari
Membakar habis semua hingga tak bersisa
Membiarkan semuanya menjadi kering
Memasuki musim kemarau panjang
Hingga tak ada lagi perih saat mengenangmu

Mampukanku menyambut desiran angin musim semi
Berbisik dengan daun yang melambai
Bernyanyi dengan embun pagi dan suara kumbang
Hidup kembali dan mengulang mencintai sepenuh hati

Friday, 29 May 2015

Bila boleh kuulang waktu
Kuingin semua tak pernah ada.
Pernah kukatakan nikmati semua masa.
Pernah ada tawa olehmu.
Namun sulit kulakukan.
Pasir terus menembus ruang sempit.
Habis tak bersisa sekarang.
Luka sebelum sempat bahagia.
Takdir memaksaku bergerak sendiri.
Terjatuh dan berdiri sendiri.
Menyembuhkan sendiri luka.
Mungkin tidak kau sadari semua.
Namun aku tidak sekuat yang terpancar.
Ia yang menciptakan topeng ini.

"Kuinginkan cerita cinta terindah
bagaikan dalam dongeng.

Jangan pernah menyanjung cinta.
Bila tak mengerti maknanya cinta.
Satu terindah dalam dirimu
Kini ada di jiwaku."
-Melly Goeslow.

Friday, 1 May 2015

Apa yang kau rasakan terhadap seseorang,
Ia merasakan hal yang sama.
Lama terkubur perasaan.
ia tak kunjung merasakan.

Merpati menyampaikan pesan rindu.
Namun tak membawa balasan.

Bila harus kuberbagi untuk bersamamu
Kurelakan walau terasa perih.
Tegakku terasa semu.
Senyumku terkandung luka.

Pancaran lembut matamu
Belaian ringan tanganmu
Eratan kasih genggamanmu
Jangan kau habiskan untuknya

Sampai kulelah menanti
Selesailah semua duka

Sunday, 18 January 2015

Nggak terasa uda masuk tahun 2015 aja, dan sekarang bahkan uda hari ke-18 dari tahun yang baru ini. Oh time, u really have no heart deh.. Cepet banget berlalunya. :(

Many things happened during the time I didn't write. Many happiness I haven't written down, many sadness I didn't share (coz I wondering to share it or leave it by myself). But today I wanna share some.. Happiness first.

1) I'm happy I can past this study aboard life smoothly so far, coz it was so damn hard for me at the first for leaving all people and stuffs in Jakarta. I was soaking for many times on a day by no reason for almost 3 months (?), simply because I feel sad and I wanna cry. Hahahha sounds stupid ya, but I'm really not that tough. I feel so hard to past these by myself. For being all alone in a strange place, speak an alien language, study and get a dozen of thesis to do, get a reality that almost all of my classmates are expert in Chinese and I need to compete with them for the next term scholarship, manage my own money and provide all the foods, drinks, soaps, shampoo, etc., etc. ALL.BY.MYSELF. Some people might think it's not a big deal, and call it as freedom. I did, but I still prefer to be all prepared and surrounded by people I love. But time flies, finally I used to be here, aleluyaa..

2) I feel so happy to have a chance to took a visit to my hometown for a week at November. I was attending my undergraduate graduation ceremony. So happy for having a really great friends around me, and feel so glad to 7see their proud face for me. I can't describe the feeling when my lecture text me, "Sorry for not being there, but I'm watching you *send some pictures of me*. So proud of you :)" (She was watching online on Binus TV), and get the confession from my close friends, how they proud of me :). Have I ever mentioned that I never imagined for being a summa cumlaude? But I finally did it. And to be honest, I don't know it would make my friends feel proud of me too (I thought only my family will do, hahah). But I'm sure Rico would. If he could to attend and congrats it to me..it would be great..

3) Happy to get three achievements already so far during this master degree program.

4) Feel amazed that finally I do all the cleaning stuffs: cleaning my bedroom and bathroom all-by-myself-directly-by-my-two-hands. Astajimmm.. Sounds so exaggerated yea? But my brother will know how hard it for me. I really really feel yucky to contacting with 1 centimeter thick of dust, brushing the bathroom floor and also the closet. *Well, by typing this is also make my hairs all stand*

5) Feel blessed and amazed for having a chance to working as receptionist in a cafe here. Well, actually the job was almost same with the waitress, but has a bit differences. Maybe Indonesian counted it as waitress, but people here prefer to call it as receptionist.

And some sadness... It's 391 days already he leave us. No news, no sign. All of my chats never be read by him. I can't share my happiness, silliness, galauness to him anymore. The thought annoyed me right now will left for me to solve by myself. Well, I consult with my other bestfriend, but I want to hear his opinion though :(. How've been there bro?

Last but not least, here is today's quote:
"Love.. come for no reason. is something you can’t control. When you fall in love, you just fall. Love will let you to sacrificed all things. Things u like, your time, and even your own feeling. is the only beautiful yet amazing thing remains in this mortal world.

Never say something sweet to a woman if u don't really mean it. The words u say past by will eternally carved in women's heart. If you really love a girl, u won't do something to sorry her.. "


Thursday, 9 October 2014

Abundantly blessed

Hello, long time to writee.. Many things had changed during the time I didn’t write. First at all, u should welcome a new writer for this blog, Reina Juwita, S.S. *drumrolling*

Yeah, finally I got my degree last August and proudly to say, I got the most outstanding title in my lifetime, Summa Cumlaude *cough*. Well, I’m not going to look arrogant, but I wanna say that this is one of the best achievement I’ve ever accomplished in my life. Hard work never betrays you, and I feel abundantly blessed, blessed and blessed. Moreover, I got the scholarship to China to studying master degree now, and yea, I already in China right now (this is my 5th week here), so nothing is the same anymore. My life has totally changed and that what I wanna share with u now.
Yea, I'm in China right.now.

Many things happen and nothing is eternal. The person that u think u would spent the whole life with will go away, maybe only in a particular time, maybe forever. Therefore I have a very favorite quote,
“Don’t promise me forever. Just love me day by day. No one knows the future. We’re young.”
Laugh a lot, love as much as, live every second of ur life
I’d never thought that I would go to other country to study abroad. I like to dream a-novel-life-story about having study abroad, get a cute neighbor, and find a true love. Lol. But this is the real life *step back to the earth, sigh*. I will tell u a concise story and though of my mind..

Summa cumlaude. I’d never heard this word before. It was 2010, the first semester I stepped in Binus (my university), and I was with Rico in Megastore (a merchandise store in Anggrek campus) looked at a pin that written something about Summa Cumlaude. Then I asked him, “What is the meaning of this word?“. He told me, “It means the best graduated student”.

To be honest, I've never wished that I would get this title. But say the truth, it is NOT hard, but it’s not easy. Some people think I freak of good score, the only aim I wanna reach is the A score, but I’m not. I just luckily got the good score in several first semester, and it makes me think it is a must for me to get this score. Moreover my parents were starting to talk a lot about summa cumlaude and the golden ring (summa cumlaude student will get a golden ring on the graduation day, yeah it is so prestigious). Since that, I was starting to push myself to get this prestigious title. I feel so blessed and proud to gain this result of 4 years of hard works, stresses, tears, exhausted, etc. etc.
My thesis partner and I after passed the thesis defense awesomely, Lol
 "Don't judge people. You never know what kind of battle they are fighting."
Back to this time, I’m in Guangzhou right now, studying my master degree. I get a scholarship for this, but don’t ask me why I choose Guangzhou. I don’t know either and regret it sometime. But I believe everything happens for a reason, that’s why I’m in Guangzhou right now. I failed to move on from Shanghai. I'm always comparing Guangzhou and Shanghai, and regret why I don’t choose to study in Shanghai instead. But my new life has begun. I feel happy to have this chance. This will change my whole life..
Me and my classmate
My 22th years old was celebrated in Guangzhou
Guangzhou life
The thing I like the most of living here is the privacy. No one care and nosy with u. It is OKAY to walking by feet to everywhere (Indonesian people likes to drive car everywhere, even for the very near places). It is OKAY to eating by yourself in the canteen or restaurant. It is OKAY to study hard. Hahaha, do u think my last sentence is weird? Sadly to say, u must to admit that Indonesian people are lazy, and they are PROUD of being lazy, hahaha. We really need to study a lot from Chinese people. They have a speechless spirit of study. I can find almost all Chinese reading a different thick book (a lesson book, not novel or comic) every week, spend a lot of time in library, study for a several hours without any break, and they even have a make up class on Sunday! Their spirit of studying and working are really make me feel ashamed. :")
Me and Mom
The awesome night view from the balcony of my dorm

Night view of Guangzhou
And I just find out my introvert part here. There’s a time when I wanna to walk alone, having a meal alone, jogging alone. And it’s so interesting to do these activities alone and no one look at u with the strange or poor sight. Ya, I just noticed a weird character of Indonesian people, they can't to live alone. My Chinese lecture ever felt so weird when looking a group of Indonesian students go to the toilet together. He asked us, "Why u guys inviting people while going to toilet?" and one of my friend simply replied, "It's a habit of Indonesian", Lol. And it's really happen, because whenever my Indonesian friend see me go to somewhere by myself, they like to ask me curiously, "Why u go alone? Where is your other friends?"
New friends
At 大学城

At all, I feel abundantly blessed for these 2 months that changed my life so big. Guangzhou, let surprise me everyday and make me love u more that Shanghai did. :D
YOLO - You Only Live Once